Kita telah menyaksikan di media massa, baik cetak maupun elektronik mengenai konflik di negara kaya minyak (Suriah). Hampir setiap hari kita di sajikan dengan berita-berita tentang Suriah yang tak pernah habis-habisnya mewarnai sejumlah media massa di Indonesia. Konflik Suriah merupakan konflik internal antara militer yang pro Assad dengan oposisi yang kontra Assad. Konflik ini bermula dari serangkaian protes terhadap kepemimpinan Bashar Assad yang lebih dari lima dekade memimpin negeri itu. Selama lima dekade tersebut kepemimpinan Assad dinilai tidak membuat negeri yang kaya minyak itu semakin maju, tetapi sebaliknya banyak yang menuduh Assad menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya dirinya sendiri. Ini bisa dilihat dari kehidupan Asma Al-Assad –istri Assad– yang serba “wah” dengan membeli perhiasan-perhiasan yang bernilai miliaran rupiah ditengah konflik dan kemiskinan yang melanda negaranya.
Senin, 09 September 2013
Tangis Air Mata Suriah
Di Larang Demo
Dilarang
demo, kata itulah yang pertama muncul dan terdengar di telinga saya sebelum
saya kuliah. Kata itu di lontarkan oleh seorang guru di sekolah saya. Alasan real
guru saya mengatakan seperti itu karena dia melihat di televisi mahasiswa –
mahasiswa yang sering demo dan merusak sejumlah fasilitas-fasilitas umum. Dia
tidak ingin ketika anak didiknya kelak ketika kuliah sering demo apalagi sampai
anarkis seperti yang dia lihat di televisi, dia berkata dan kata-katanya masih saya ingat persis
yaitu “kalian ketika kuliah nanti jangan demo-demo, tugas kalian bukan demo,
melainkan kuliah dan belajar. Jangan seperti mereka mahasiswa yang sering demo
dan merusak sejumlah fasilitas umum. Semua mahasiswa kerjaannya demo terus.”
Langganan:
Postingan (Atom)